5 Prinsip Parenting Anak untuk Kesuksesannya di Masa Depan

Menerapkan pola asuhan yang ideal pada anak perlu dipahami oleh orang tua. Mendidik anak dengan benar sangat penting untuk membentuk karakter si anak, agar menjadi pribadi yang baik sampai dewasa. Kesalahan orang tua dalam parenting anak dapat mempengaruhi perilaku si anak di kemudian hari. Maka, untuk membentuk karakter positif pada anak, orang tua wajib memahami 5 prinsip parenting yang ideal.

Setiap anak tumbuh menjadi pribadi yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh pola asuh orang tua saat masih kecil. Mendidik anak dengan hal yang positif akan menjadi seseorang yang positif perilaku dan mentalnya. Sebaliknya, jika anak dididik dengan keras maka ia juga akan menjadi pribadi yang keras. Penting bagi orang tua memahami prinsip-prinsip parenting anak.

Rutin Meluangkan Waktu untuk Anak

Perhatian dari orang tua merupakan kebutuhan bagi si anak agar dapat tumbuh dengan kasih sayang yang cukup. Memberikan perhatian setiap hari, berpengaruh pada psikologis si anak yang dapat membentuk tindakan-tindakan baik pada dirinya.

Sebaliknya, jika si anak merasa kurang diperhatikan, mungkin ia akan melakukan tindakan-tindakan buruk untuk menarik perhatian orang tuanya. Tidak hanya Mama saja yang perlu meluangkan waktu dan memberikan perhatian untuk si anak, Papa pun perlu melakukan hal yang sama. Parenting anak dengan quality time ini, juga untuk membangun hubungan baik si anak dengan kedua orang tuanya.

Orang tua dapat menjadwalkan waktu berkualitas dengan si anak melalui cara-cara sederhana seperti menemani bermain, mengantar ke sekolah, menanyakan aktivitas yang ia lakukan di sekolah, atau sekadar makan bersama.

Tidak Terlalu Memanjakan Anak

Orang tua sering tidak tega jika anaknya dalam kesusahan atau kesulitan. Apalagi kalau si anak sampai merengek, hati orang tua mana yang tak iba. Sehingga, tak jarang orang tua selalu mengusahakan dan menuruti setiap kemauan si anak.

Menuruti kemauan si anak merupakan dukungan yang baik untuknya, tapi orang tua harus bijaksana dalam memenuhi permintaannya. Tidak semua permintaan si anak harus dipenuhi, karena akan membuatnya terlalu manja. Ada saatnya Mama dan Papa harus mendukung si anak untuk mendapatkan apa yang ia mau dengan usahanya sendiri. Jadi, nggak ada salahnya sesekali menolak atau tidak menuruti kemauan si anak, jika dampaknya kurang baik untuk anak di masa depan.

Misalnya, jika si anak meminta main game smartphone setiap hari, Mama tidak boleh menurutinya terus-menerus. Parents bisa melatihnya disiplin dengan membolehkan ia bermain game saat akhir pekan atau libur sekolah. Karena, jika si anak keasikan main game dan tidak terkontrol, hal ini dapat mempengaruhi aktivitas dan tanggung jawabnya seperti mengerjakan PR sekolah akan terbengkalai, hingga kecanduan game. Untuk itu parenting anak yang tepat benar-benar perlu diterapkan pada si anak.

Mengajarkan Kemandirian pada Anak

Mengajarkan kemandirian pada si anak perlu ditanamkan sejak dini agar terbiasa menjadi pribadi yang mandiri. Parenting anak ini dapat dilakukan orang tua untuk mengasah kemandirian. Misalnya, membiasakan si anak makan sendiri, merapikan mainannya, atau membersihkan tempat tidurnya sendiri. Dengan memberikan kepercayaan padanya, akan bertanggung jawab untuk menghadapi masalahnya sendiri.

Setelah si anak mulai berlatih mandiri, memberikan apresiasi atas apa yang dikerjakannya juga penting. Apresiasi atas usaha dan keberhasilannya dapat mendorong si anak tetap semangat dan konsisten meningkatkan kemandirian.

Membiasakan Anak Disiplin di Rumah

Menerapkan kedisiplinan di rumah dapat melatihnya memahami hal-hal yang benar dan tidak, baik dan buruk. Si anak juga akan lebih terbiasa mengontrol dirinya. Orang tua bisa menjelaskan kepadanya mengapa kedisiplinan penting, mengapa hal ini harus dilakuan, mengapa hal itu tidak boleh dilakukan.

Misalnya ketika tiba jam makan, ia harus menghentikan semua aktivitasnya dulu dan meluangkan waktu untuk makan pada jam tersebut. Makan adalah kebutuhan dasar yang harus dilakukan tepat waktu untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Dengan demikian ia akan mengerti dan tidak mengabaikan kesehatan dirinya.

Pola tersebut juga bisa diterapkan pada hal lainnya yang memerlukan kedisiplinan seperti mematuhi jam tidur dan bangun, belajar, membatasi waktu bermain, dan sebagainya. Dengan demikian, si anak akan terbiasa disiplin yang memudahkannya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Menjadi Contoh Baik untuk Anak

Katika masih berusia anak-anak sifat alami si anak cenderung melakukan imitasi atau meniru perilaku orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, orang tua wajib memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak-anaknya. Menajdi panutan untuk si anak merupakan parenting anak yang sangat penting, karena perilaku anak akan terbentuk dari contoh yang diberikan orang tua.

Misalnya, orang tua mengjarkan cara berkomunikasi yang baik padanya, ramah terhadap orang lain, berkata jujur, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, dan lain sebagainya.

Itu dia 5 prinsip parenting anak yang bisa diterapkan agar tumbuh kembang si anak optimal. Pola asuh anak yang baik dapat membentuk keceriaan, kemandirian, kepedulian dan hal positif lainnya yang membantu si anak tumbuh menjadi pribadi baik.

Jadi kita sebagai orang tua wajib memahami prinsip pola asuh yang ideal. Karena setiap anak tumbuh menjadi pribadi yang berbeda-beda. Mendidik anak harus dengan hal yang positif akan menjadi seseorang yang positif perilaku dan mental si anak.

 

( Sumber : Imaos )

Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak. Semua tulisan dan isi dalam website ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari penulis. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih.

You must be logged in to post a comment Login