Harpa Ajaib

Dahulu, saat peri-peri masih sering mengunjungi manusia, mereka sering pergi ke pemukiman-pemukiman penduduk dengan menyamar. Penduduk yang bersikap buruk saat menerima para peri, akan mendapatkan bencana seumur hidup mereka. Sementara bagi mereka yang bersikap baik, para peri tidak segan-segan memberikan berbagai hadiah untuk mereka.

Malam itu, Morgan sedang menyendiri di depan perapian sambil bersenandung. Suaranya indah dan merdu. Morgan sangat menikmati lagu ciptaannya. Sayang, tidak ada seorang pun yang menikmati lagunya. Tiba-tiba, terdengar ketukan di pintu. “Wah, rupanya ada orang yang mendengar laguku,” pikir Morgan. Maka, dia bernyanyi dengan lebih bersemangat. Lalu, ia mempersilakan tamunya itu untuk masuk, “Masuklah! Pintu itu tidak dikunci.”

Pintu pun tebuka. Kemudian, masuklah tiga pengembara yang berpakaian lusuh. “Selamat malam, Tuan. Kami kelaparan. Bolehkah kami meminta makanan untuk mengisi kantong perbekalan kami,” kata seorang pengembara. “Oh, tentu. Silakan ambil sendiri sebanyak yang kau mau,” kata Morgan.

Sementara para pengelana itu makan dan minum dengan lahap, Morgan menghibur mereka dengan bersenandung riang. Para pengembara sangat senang dengan perlakuan Morgan. Saat akan pergi mereka berkata, “Terima kasih. Tuan baik sekali. Karena Tuan telah bersikap begitu baik, kami akan memberikan hadiah. Sebutkanlah satu keinginan Tuan dan kami akan memenuhinya. “Sebenarnya, aku ingin sekali memiliki sebuah harpa. Tapi, itu hanya akan merepotkan kalian,” jawab Morgan.

“Wuzz,” sebelum Morgan selesai bicara, secara ajaib muncul sebuah harpa yang indah di depannya. Ketiga pengembara pun menghilang tanpa bekas. “Mereka pastilah peri,” pikir Morgan. Morgan mulai mencoba memetik senar harpa. Begitu jari Morgan menyentuh senarnya, mengalunlah musik yang menghentak. Kemudian, tiba-tiba istri Morgan dan beberapa orang masuk dan mulai menari.

Berita mengenai Morgan yang memiliki harpa ajaib tersebar dengan cepat. Banyak orang berdatangan hanya untuk melihat dan membuktikan kebenaran berita itu. Orang-orang dari tempat jauh berdatangan untuk menari. Suatu hari, datanglah seseorang yang pernah menghina Morgan. Ia masih merasa sakit hati dan memutuskan untuk membalas dendam. Dipetiknya harpanya dan mulailah orang itu menari.

Semakin lama, musiknya semakin cepat dan orang tersebut menari semakin cepat hingga ia merasa kelelahan dan berteriak meminta Morgan berhenti. Namun, Morgan semakin bersemangat dan tertawa terbahak-bahak. Setelah orang itu terkapar pingsan karena kelelahan, barulah Morgan menghentikan musiknya. Dia merasa puas dengan pembalasan dendamnya. Namun, itulah terakhir kali Morgan memainkan harpa ajaibnya. Karena esok harinya, ketika ia bangun dari tidurnya, harpa itu telah lenyap. Rupanya para peri tidak senang dengan kelakuan buruk Morgan dan memutuskan untuk mengambil kembali hadiahnya. Morgan hanya bisa menyesali dirinya

Pesan Moral dari Dongeng Cerita Rakyat Inggris : Harpa Ajaib adalah jadilah anak yang baik. Bantulah orang yang sedang dalam kesulitan. Kemudian, jangan pernah membalas dendam. Sebab, sifat dendam hanya akan merugikanmu sendiri.

( sumber : internet )

Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak. Semua tulisan dan isi dalam website ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari penulis. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih.

You must be logged in to post a comment Login