Kisah Burung Hantu

Pada suatu siang yang sangat cerah, Burung Gagak sedang memperhatikan bulunya yang berwarna putih. Burung Gagak memang terkenal memiliki bulu yang cantik, membuat semua burung di hutan iri. “Ah, lebih baik aku keluar rumah saja, agar semua burung semakin mengagumiku,” ucap Burung Gagak. Burung Gagak sengaja terbang ke suatu pohon. Di sana, ada banyak burung sedang berkumpul.

“Aku ingin ke rumah Burung Hantu. Kabarnya, ia memiliki ramuan untuk membuat bulu menjadi cantik. Aku bisa lebih cantik dari Burung Gagak,” ucap salah satu burung di sana. Mendengar percakapan burung itu, Burung Gagak menjadi tertarik. Burung Gagak pun datang ke rumah Burung Hantu. Burung Hantu sangat senang ketika Burung Gagak datang. Siapa yang tak senang dikunjungi burung paling cantik di hutan. Ia pun menyambut kedatangan Burung Gagak dengan ramah.

“Apa yang bisa aku bantu, Burung Gagak?” tanya Burung Hantu. “Aku ingin meminta ramuanmu, agar buluku yang cantik ini semakin cantik,” ucap Burung Gagak. “Baiklah, kau tunggu dulu di sini. Aku akan membuatkan ramuan untukmu,” ujar Burung Hantu. Sebenarnya Burung Hantu merasa kesal, karena kedatangan Burung Gagak hanya untuk meminta ramuan. Padahal, Burung Gagak sudah terkenal karena kecantikan bulunya. Burung Gagak memang tak bisa bersyukur.

“Aha! Aku beri pelajaran saja kepada Burung Gagak, agar ia bisa bersyukur,” gumam Burung Hantu sambil membuat ramuan. Setelah selesai, ramuan itu diberikan kepada Burung Gagak. Burung Hantu mengatakan bahwa Burung Gagak harus berendam di air yang tercampur ramuan itu selama berjam-jam. Burung Gagak merasa sangat senang, karena kecantikannya akan tak terkalahkan. Tapi, apa yang terjadi? Setelah beberapa lama berendam, bulu Burung Gagak yang putih tiba-tiba berubah menjadi hitam. Olala, rupanya Burung Hantu sengaja mencampurkan ramuan, agar bulu Burung Gagak menjadi hitam.

Burung Gagak pun marah. “Aku pikir kau sudah bosan dengan warna putih, makanya aku berikan kau ramuan warna hitam,” ucap Burung Hantu.¬†Mendengar itu, Burung Gagak semakin marah. Ia hendak mematuk mata Burung Hantu. Namun, Burung Hantu dengan gesit sudah pergi menjauh.

Sejak saat itu, Burung hantu menghindari Burung Gagak. Ia selalu keluar pada malam hari. Ia tak berani keluar saat siang hari, karena takut Akan bertemu Burung Gagak.

( Sumber : google, internet )

Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak. Semua tulisan dan isi dalam website ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari penulis. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *