Tanaman Jarak, Obat Sakit Gigiku

Tanaman jarak itu ga bagus, Bun,” protes Syifa kepada Bundanya di sore hari itu.

“Tapi Nenek mau menanam Tanaman ini di halamn kita, Nak.”

“Tapi, nanti taman kita bakalan jadi jelek, Bun.” protes Syifa tak kalah sengit.

Nenek Mira adalah nenek Syifa yang berasal dari desa. Rencananya tiga hari lagi Nenek Mira akan berencana untuk tinggal bersama dengan anak dan juga cucunya. Sebelum pindah, Nenek sudah mengirimkan sepuluh polibag kecil yang berisi bibit tanaman jarak. Rupanya nenek meminta kepada Bunda agar menanam tanaman jarak tersebut di halaman rumah mereka.

“Sepertinya Nenek cerewet sekali, ya, Ma…” sungut Syifa.

“Hus, kamu ga boleh ngomong gitu, Syifa kan cucu kesayangannya Nenek. Biar nenek juga semakin sayang sama Syifa, ayo kita bantu menyenangkan hati nenek dengan menanam tanaman jarak ini,” bujuk Bunda.

Syifa hanya mengembungkan pipinya ketika mendengar perkataan Bunda. Sebenarnya Syifa sangat suka sekali berkebun. Di rumahnya banyak sekali ditanam berbagai jenis bunga mulai dari bunga anggrek hingga gelombang cinta.

Namun ketika melihat kiriman tanaman jarak dari neneknya, Syifa langsung tidak suka. Menurutnya tanaman jarak tersebut sangat jelek karena bentuknya yang tidak beraturan. Bunganya pun sangat kecil dan hampir tidak terlihat.

Tiga hari kemudian Nenek sudah datang. Dengan keadaan yang segar bugar Nenek Mira langsung menghampiri Mira cucu kesayangannya. “Syifaa, cucu Nenek!”

“Sudah ditanam belum tanaman jaraknya?” tanya nenek.

“Iya, sudah, Nek.” sahut Bunda sembari menunjuk ke tanaman jarak yang sudah ditanam rapi.

“Gigi Syifa sudah dicabut?” tanya nenek tiba-tiba di suatu sore.

“Belum, Nek. Kata dokter gigi kemarin giginya bisa dicabut kalau sudah tidak sakit lagi.”

“Makanya, kamu harus hati-hati kalau makan. Kalau masuk ke lubang, pasti akan sakit lagi.”

“Iya, Nek.”

“Nek, Syifa mau makan bakwan udang dulu ya.”  kata Syifa

Satu gigitan. Dua gigitan. Dan Nyuuutt! Terasa ada makanan yang masuk kedalam lubang gigi. Syifa langsung mengaduh.

“Aduh, Buunn…! Sakiitt bangeett! Hu..hu..hu..”

Aulia langsung memegangi pipinya sambil menangis.Bunda yang melihatnya seketika panik.

Tiba-tiba Nenek Mira memegang pipi Syifa dan memintanya untuk membuka mulut lebar-lebar.

Syifa merasakan sesuatu yang pahit di mulutnya. “Sabar, ya, sayang. Sebentar lagi tidak sakit,” hibur Nenek sambil memberikan getah jarak kedalam lubang gigi Syifa.

Ternyata perkataan Nenek benar, tidak lama kemudian rasa sakit pada gigi Syifa menghilang. Syifa kemudian berhenti menangis dan keheranan.

“Nek, sekarang giginya tidak sakit lagi.” Kata Syifa

“Alhamdulillah” seru Bunda dan Nenek bersamaan.

“Itu tadi apa, Nek.” Tanya Syifa [enasaran.

“Itu getah jarak,” jawab Nenek kemudian.

“Itu, lo, getah dai tanaman yang nenek suruh Syifa tanam kemarin,” tambah Bunda sambil menunjuka ke arah tanaman jarak yang ada di kebun.

“Ooo…” seru Syifa takjub.

“Nenek sengaja mengirim tanaman itu karena kemarin Bundamu memberi tahu bahwa gigi Syifa berlubang,” jelas Nenek. Akhirnya terjawablah alasan  Nenek menyuruh menanam tanaman jarak untuk ditanam di kebun.

( Sumber : Google/Interent/Bobo )

Penulis adalah seorang pemerhati pendidikan anak-anak. Semua tulisan dan isi dalam website ini adalah dirangkum, diambil, di copy dari berbagai sumber di internet. Tulisan dan konten yang terdapat dalam website ini BUKAN hak cipta dari penulis. Jika ada tulisan atau isi konten yang tidak sesuai dan melanggar hak cipta, silahkan hubungi penulis agar segera dihapus. Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *